Laporan Asian Waterbirds Census (AWC) di Bandung
Laporan Asian Waterbirds Census (AWC) di Bandung
Oleh : Deri Ramdhani
Pengamatan burung air di Bandung dilakukan di beberapa tempat oleh para pengamat burung yang tergabung dalam komunitas pengamat burung BICONS (Birds Conservation Society). Beberapa lokasi diantaranya merupakan kawasan lahan basah seperti sawah, sehingga banyak ditemukan burung air yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitatnya. Akan tetapi di beberapa lokasi tidak terdapat kawasan lahan basah namun masih dapat ditemukan kelompok burung air di lokasi tersebut, seperti halnya kawasan taman kota.
Luasan lahan basah di Bandung dari tahun ke tahun semakin menyempit, dikarenakan perluasan pemukiman yang tidak mengindahkan fungsi ekologis. Sehingga dampak yang dirasakan masyarakat Bandung pun sangat banyak, dari mulai bencana banjir di musim hujan, baik banjir yang berasal dari luapan sungai maupun banjir cileuncang, sampai minimnya jumlah air yang dapat dikonsumsi ketika datangnya musim kemarau. Hal tersebut adalah beberapa contoh dari bencana sebagai akibat dari terabaikannya fungsi ekologis lahan basah di Bandung.
Burung air sebagai indikator keberadaan lahan basah pun keberadaannya kini semakin terganggu dengan perluasan wilayah pemukiman ke areal persawahan. Sebagai contoh, kurang dari empat tahun yang lalu kami masih dapat melakukan pengamatan burung air di area lahan basah tepatnya di pinggiran rel kereta api yang melintasi jalan tol Cileunyi. Di area tersebut tumbuh beberapa jenis tumbuhan air seperti Kangkung Belanda (Ipomea sp.) yang dijadikan sebagai habitat bersarang berbagai jenis burung air yang menghuni areal persawahan di Cileunyi dan sekitarnya. Namun kini habitat tersebut sudah hilang dan beralih fungsi menjadi kawasan kompleks perumahan, sehingga berbagai jenis burung air tersebut harus mencari habitat bersarang yang baru.
Terdapat enam region yang telah dilakukan survey burung air di Bandung dan sekitarnya. Berikut akan diuraikan lokasi beserta jenis burung air yang ditemukan di enam region tersebut.
A. Kawasan Bojong Soang
Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM dan areal pesawahan Bojong Soang Bandung
| Kelompok | No | Nama Ilmiah | Nama Indonesia | Nama Inggris | Famili | Individu | Ket. | ||
| Waterfowl | 1 | Tachybaptus ruficollis | Titihan telaga | Little Grebe | Podicipedidae | A | A | 1 | |
| Wading bird | 2 | Bubulcus ibis | Kuntul kerbau | Cattle egret | Ardeidae | B | B | 2 – 5 | |
| 3 | Ardeola speciosa | Blekok sawah | Javan pond-heron | Ardeidae | C | C | 6 – 10 | ||
| 4 | Nycticorax nycticorax | Kowak-malam kelabu | Black-crowned Night-heron | Ardeidae | C | ||||
| 5 | Ixobrychus cinnamomeus | Bambangan merah | Cinnamon bittern | Ardeidae | C | ||||
| Shore bird | 6 | Tringa hypoleucos | Trinil pantai | Common sandpiper | Scolopacidae | C | |||
| Others | 7 | Amaurornis phoenicurus | Kareo padi | White-breasted Waterhen | Rallidae | B | |||
Survey yang dilakukan di kawasan Bojong Soang merupakan survey keanekaragaman hayati, khususnya kelompok burung. Tipe habitat di lokasi pada umumnya merupakan areal persawahan, sehingga sebanyak 4 jenis burung dari kelompok wading bird ditemukan di habitat tersebut. Untuk kelompok shore bird ditemukan jenis Trinil pantai (Tringa hypoleucos) yang diprakirakan merupakan jenis migran, karena hanya dapat ditemukan pada bulan-bulan tertentu saja. Tercatat satu jenis burung air dari kelompok Waterfowl, yaitu Titihan telaga (Tachybaptus ruficollis) yang ditemukan hanya 1 ekor. Individu ini menggunakan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PDAM sebagai habitatnya. Berdasarkan data inventarisasi burung di Bandung, burung ini merupakan catatan baru yang menambah jumlah jenis burung di Bandung. Dimana sebelumnya pernah tercatat satu jenis burung air dari kelompok sea bird/sea gull yaitu jenis Cikalang kecil (Fregata minor) tidak jauh dari lokasi ditemukannya burung tersebut.
Kawasan Bojong Soang merupakan kawasan yang memiliki jumlah jenis dan individu burung air terbanyak. Kawasan ini ditunjang oleh lahan basah yang cukup luas dan selalu tersedia pengairan terhadap areal sawahnya. Ketika di musim hujan kawasan ini sering mengalami banjir, tepatnya lokasi yang berbatasan dengan wilayah Dayeuh kolot dan Baleendah. Berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut, kawasan ini merupakan kawasan yang paling rendah diantara kawasan Cekungan Bandung Purba, sehingga muara dari beberapa anak sungai Citarum mengalir menuju kawasan ini.
B. Kawasan Gede Bage
Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Gede Bage
| Kelompok | No | Nama Ilmiah | Nama Indonesia | Nama Inggris | Famili | Individu | Ket. | ||
| Wading bird | 1 | Bubulcus ibis | Kuntul kerbau | Cattle egret | Ardeidae | C | A | 5 – 10 | |
| 2 | Ardeola speciosa | Blekok sawah | Javan pond-heron | Ardeidae | C | B | 11 – 20 | ||
| 3 | Nycticorax nycticorax | Kowak-malam kelabu | Black-crowned Night-heron | Ardeidae | B | C | > 30 | ||
| 4 | Ixobrychus cinnamomeus | Bambangan merah | Cinnamon bittern | Ardeidae | A | ||||
| Shore bird | 5 | Tringa hypoleucos | Trinil pantai | Common sandpiper | Scolopacidae | A | |||
| Others | 6 | Amaurornis phoenicurus | Kareo padi | White-breasted Waterhen | Rallidae | A | |||
Jenis burung air di Kawasan Gede Bage hampir sama dengan jenis burung yang ditemukan di Kawasan Bojong Soang, hanya saja di kawasan ini tidak tercatat jenis Waterfowl Titihan telaga (Tachybaptus ruficollis), dimana di kawasan Bojong Soang tercatat menggunakan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PDAM. Selain itu di kawasan Gede Bage kami menemukan habitat bertengger (roosting site) yang bersatu dengan habitat bersarang (nesting site) dari dua jenis burung air, yaitu Blekok sawah (Ardeola speciosa) dan Kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Habitat tersebut berupa rumpun bambu milik salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Rancabayawak. Keberadaan burung tersebut dilindungi oleh pemilik lahan, karena pemilik lahan mengetahui fungsi dan manfaat keberadaan burung air tersebut bagi ekosistem lahan basah, sehingga masyarakat tidak ada yang berani mengganggu tempat tenggeran dan bersarang burung air ini walaupun sering tercium bau anyir dari kotoran burung karena lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.
C. Kawasan Taman Kota
Jenis burung air yang ditemukan di kawasan taman kota Bandung hanya ada satu jenis saja, yaitu Kowak-malam kelabu (Nycticorax nycticorax). Keberadaan burung ini di Taman Ganesha menjadi fenomenal, karena menjadi penyebab dari banyaknya kotoran yang mengotori sepanjang Jalan Ganesha di depan Kampus ITB. Burung yang konon berasal dari Kebun Binatang Bandung ini jumlah populasinya terus meningkat, puncaknya yaitu pada tahun 2007 yang mencapai lebih dari 2000 individu. Berbagai macam perlakuan terhadap keberadaan burung ini pernah dilakukan, dari mulai pemindahan induk burung, gangguan berupa suara kaleng yang digantung di dekat sarang, sampai pada insiden penembakan yang mengatasnamakan pengelola kampus. Setelah melalui berbagai media akhirnya keberadaan burung ini dapat diterima oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kehadiran burung ini.
Burung Kowak yang berada di Ganesha tersebut menghabiskan waktu istirahatnya yaitu siang hari di pohon Angsana yang berjajar sepanjang Jalan Ganesha. Ketika waktu senja tiba mereka terbang menuju area berburu, yaitu di areal yang masih terdapat sawah, kolam, dan lahan basah di sekitar Bandung. Dan ketika fajar menjelang mereka kembali ke tempat istirahatnya yaitu di jalan Ganesha ini. Jarak yang cukup jauh antara tempat berburu dan tempat istirahat bagi Kowak tidak menyebabkan mereka mencari tempat istirahat yang lebih dekat dibanding dengan jalan Ganesha. Hal tersebut dimungkinkan karena terdapatnya pepohonan tinggi dengan kanopi luas di lokasi tersebut, sehingga menjadikan kawasan Ganesha cukup aman dan nyaman bagi keberlangsungan hidup burung ini.
D. Kawasan Jatinangor
Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Jatinangor
| Kelompok | No | Nama Ilmiah | Nama Indonesia | Nama Inggris | Famili | Individu | Ket. | ||
| Wading bird | 1 | Bubulcus ibis | Kuntul kerbau | Cattle egret | Ardeidae | C | A | 1 – 4 | |
| 2 | Ardeola speciosa | Blekok sawah | Javan pond-heron | Ardeidae | C | B | 5 – 10 | ||
| 3 | Nycticorax nycticorax | Kowak-malam kelabu | Black-crowned Night-heron | Ardeidae | B | C | > 10 | ||
| 4 | Ixobrychus cinnamomeus | Bambangan merah | Cinnamon bittern | Ardeidae | A | ||||
| Others | 5 | Amaurornis phoenicurus | Kareo padi | White-breasted Waterhen | Rallidae | A | |||
Burung air yang tercatat di kawasan ini jumlah jenisnya lebih sedikit dibandingkan di tempat lainnya, hal ini dikarenakan tata guna lahan pertanian di kawasan ini didominasi oleh pertanian kering, seperti kebun dan ladang. Lokasi yang menjadi objek penelitian terdapat di kawasan kampus Jatinangor, areal persawahan Jatinangor sampai ke kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.
E. Kawasan Banjaran
Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Banjaran hampir sama dengan yang ditemukan di kawasan Gedebage. Hal ini dikarenakan jenis lahan basah yang terdapat di dua lokasi tersebut memiliki kemiripan, yaitu areal persawahan dengan sistem pertanian irigasi.
F. Kawasan Ciwidey
Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Ciwidey
| Kelompok | No | Nama Ilmiah | Nama Indonesia | Nama Inggris | Famili | Individu | Ket. | ||
| Wading bird | 1 | Ixobrychus cinnamomeus | Bambangan merah | Cinnamon bittern | Ardeidae | B | A | 1 – 2 | |
| Shore bird | 2 | Tringa hypoleucos | Trinil pantai | Common sandpiper | Scolopacidae | C | B | 3 – 5 | |
| 3 | Scolopax saturata | Berkik-gunung merah | Rufous Woodcock | Scolopacidae | A | C | > 5 | ||
| Others | 4 | Amaurornis phoenicurus | Kareo padi | White-breasted Waterhen | Rallidae | A | |||
Lokasi pengamatan dilakukan di kawasan lahan basah di Ciwidey yang merupakan kawasan lahan basah dataran tinggi. Tercatat satu jenis burung air dari kelompok Shore bird yang hanya dapat ditemukan di lahan basah pegunungan saja, yaitu Berkik-gunung Merah (Scolopax saturata). Jenis ini terdapat di kawasan lahan basah Rancaupas Ciwidey yang merupakan rawa yang berasal dari air pegunungan di sekitarnya. Ketika memasuki bulan September, dapat ditemukan beberapa ekor Trinil pantai (Tringa hypoleucos) yang memanfaatkan kawasan rawa Ranca Upas.
LAMPIRAN
Jumlah Jenis Burung di Seluruh Kawasan di Bandung dan Sekitarnya
| No | Nama Jenis | Nama Lokal | Distribusi | Status Perlindungan |
| 1 | Abroscopus superciliaris | Cikrak bambu | ||
| 2 | Accipiter gularis | Elang-alap Nipon | M | B, D, II |
| 3 | Accipiter soloensis | Elang-alap cina | M | B, D, II |
| 4 | Acridotheres javanicus | Kerak kerbau | E | |
| 5 | Acridotheres tristis | Kerak ungu | ||
| 6 | Acrocephalus orientalis | Kerakbasi besar | M | |
| 7 | Aegithina tiphia | Cipoh kacat | ||
| 8 | Aethopyga eximia | Burung-madu gunung | E | A, D, E |
| 9 | Aethopyga mystacalis | Burung-madu jawa | E | A, E |
| 10 | Alcedo coerulescens | Raja-udang Biru | E | A, D |
| 11 | Alcedo meninting | Raja-udang Meninting | A, D | |
| 12 | Alcippe pyrrhoptera | Wergan jawa | E | D, E |
| 13 | Alophoixus bres | Empuloh janggut | ||
| 14 | Amandava amandava | Pipit benggala | ||
| 15 | Amaurornis phoenicurus | Kareo padi | ||
| 16 | Anthreptes malacensis | Burung-madu kelapa | A, D | |
| 17 | Apus affinis | Kapinis rumah | ||
| 18 | Arachnothera longirostra | Pijantung kecil | A, E | |
| 19 | Arborophila javanica | Puyuh-gonggong jawa | E | |
| 20 | Ardeola speciosa | Blekok sawah | D | |
| 21 | Artamus leucorhynchus | Kekep babi | ||
| 22 | Brachypteryx leucophrys | Cingcoang coklat | ||
| 23 | Brachypteryx montana | Cingcoang biru | ||
| 24 | Bubulcus ibis | Kuntul kerbau | D | |
| 25 | Cacomantis merulinus | Wiwik kelabu | ||
| 26 | Caprimulgus affinis | Cabak kota | N | |
| 27 | Centropus bengalensis | Bubut alang-alang | ||
| 28 | Cettia vulcania | Ceret gunung | ||
| 29 | Chloropsis cochinchinensis | Cica-daun Sayap-biru | ||
| 30 | Cinclidium diana | Berkecet biru-tua | E | |
| 31 | Cisticola juncidis | Cici padi | ||
| 32 | Clamator coromandus | Bubut pacar jambul | M | |
| 33 | Collocalia linchi | Walet linci | ||
| 34 | Columba livia | Merpati | ||
| 35 | Copsychus saularis | Kucica kampung | ||
| 36 | Coracina larvata | Kepudang-sungu gunung | E | |
| 37 | Coturnix chinensis | Puyuh batu | N | |
| 38 | Crocias albonotatus | Cica matahari | E | D, E, NT |
| 39 | Cuculus saturatus | Kangkok ranting | ||
| 40 | Cuculus sepulcralis | Wiwik uncuing | ||
| 41 | Culicicapa ceylonensis | Sikatan kepala-abu | ||
| 42 | Dendrocopus macei | Caladi ulam | ||
| 43 | Dendronanthus indicus | Kicuit hutan | M | |
| 44 | Dicaeum sanguinolentum | Cabai gunung | E | |
| 45 | Dicaeum trochileum | Cabe jawa | E | |
| 46 | Dicrurus leucophaeus | Srigunting kelabu | ||
| 47 | Dicrurus remifer | Srigunting bukit | ||
| 48 | Ducula lacernulata | Pergam punggung-hitam | E | |
| 49 | Enicurus leschenaulti | Meninting besar | ||
| 50 | Enicurus velatus | Meniniting kecil | E | |
| 51 | Erythrura hyperythra | Bondol-hijau dada-merah | ||
| 52 | Eumyias indigo | Sikatan ninon | E | |
| 53 | Eurystomus orientalis | Tiong batu | M | |
| 54 | Falco moluccensis | Alap-alap sapi | E | B, D, II |
| 55 | Falco peregrinus | Alap-Alap kawah | M | B, D, II |
| 56 | Ficedula dumetoria | Sikatan dada-merah | NT | |
| 57 | Ficedula hyperythra | Sikatan bodoh | ||
| 58 | Ficedula mugimaki | Sikatan mugimaki | M | |
| 59 | Ficedula westermanni | Sikatan belang | ||
| 60 | Fregata minor | Cikalang kecil | M | D |
| 61 | Gallus varius | Ayam-hutan hijau | E | |
| 62 | Geopelia striata | Perkutut | ||
| 63 | Gerygone sulphurea | Rametuk laut | ||
| 64 | Halcyon cyanoventris | Cekakak jawa | E | A, E |
| 65 | Harpactes reinwardtii | Luntur harimau | E | A, EN |
| 66 | Hemipus hirundinaceus | Jingjing batu | ||
| 67 | Hirundo rustica | Layang-layang asia | M | |
| 68 | Hirundo striolata | Layang-layang loreng | ||
| 69 | Hirundo tahitica | Layang-layang batu | ||
| 70 | Ictinaetus malayensis | Elang hitam | B, E, II | |
| 71 | Ixobrychus cinnamomeus | Kokokan merah | ||
| 72 | Lanius cristatus | Bentet coklat | M | |
| 73 | Lanius schach | Bentet kelabu | ||
| 74 | Lanius tigrinus | Bentet loreng | M | |
| 75 | Lonchura leucogastroides | Bondol jawa | E | |
| 76 | Lonchura maja | Bondol haji | ||
| 77 | Lonchura punctulata | Bondol peking | ||
| 78 | Lophozosterops javanicus | Opior jawa | E | D |
| 79 | Loriculus galgulus | Serindit melayu | II | |
| 80 | Loriculus pusilus | Serindit jawa | E | II, NT |
| 81 | Macronous flavicollis | Ciung-air jawa | E | |
| 82 | Macropygia ruficeps | Uncal kouran | ||
| 83 | Malacocincla sepiarium | Pelanduk semak | ||
| 84 | Megalaima armillaris | Takur tohtor | E | D, E |
| 85 | Megalaima haemacaphala | Ungkut-ungkut | ||
| 86 | Megalurus palustris | Cica-koreng jawa | ||
| 87 | Mirafra javanica | Branjangan jawa | ||
| 88 | Motacilla cinerea | Kicuit batu | M | |
| 89 | Muscicapa dauurica latirostris | Sikatan bubik | M | |
| 90 | Napothera epilepidota | Berencet berkening | ||
| 91 | Nectarinia jugularis | Burung-madu sriganti | A, E | |
| 92 | Nycticorax nycticorax | Kowak-malam kelabu | N | |
| 93 | Oriolus chinensis | Kepudang kuduk-hitam | ||
| 94 | Orthotomus cuculatus | Cinenen gunung | ||
| 95 | Orthotomus sepium | Cinenen jawa | E | |
| 96 | Orthotomus sutorius | Cinenen pisang | ||
| 97 | Otus lempiji | Celepuk reban | N | |
| 98 | Padda oryzipora | Gelatik jawa | E | VU, II |
| 99 | Parus major | Gelatik-batu kelabu | ||
| 100 | Passer montanus | Burung gereja erasia | ||
| 101 | Pellorneum pyrrogenys | Pelanduk bukit | ||
| 102 | Pericrocotus miniatus | Sepah gunung | E | |
| 103 | Pernis ptilorhynchus | Sikep-madu Asia | M | B, D, II |
| 104 | Pernis ptylorynchus | Sikep madu asia | M | B, E, II |
| 105 | Phaenicophaeus curvirostris | Kadalan birah | ||
| 106 | Phylloscopus borealis | Cikrak kutub | M | |
| 107 | Phylloscopus coronatus | Cikrak mahkota | M | |
| 108 | Phylloscopus trivirgatus | Cikrak daun | ||
| 109 | Piccoides moluccensis | Caladi tilik | ||
| 110 | Picus miniaceus | Pelatuk merah | ||
| 111 | Pnoepyga pusilla | Berencet kerdil | ||
| 112 | Pomatorhinus montanus | Cica-kopi Melayu | ||
| 113 | Prinia familiaris | Perenjak jawa | E | |
| 114 | Prinia inornata | Perenjak padi | ||
| 115 | Prinia polychroa | Perenjak coklat | ||
| 116 | Psaltria exilis | Cerecet jawa | E | D |
| 117 | Psittaculla alexandri | Betet biasa | II | |
| 118 | Pteruthius aenobarbus | Ciu kunyit | ||
| 119 | Pteruthius flaviscapis | Ciu besar | ||
| 120 | Ptilinopus porphyreus | Walik Kepala-ungu | E | |
| 121 | Pycnonotus aurigaster | Kutilang | ||
| 122 | Pycnonotus bimaculatus | Cucak gunung | E | |
| 123 | Pycnonotus goiavier | Merbah Cerukcuk | ||
| 124 | Pycnonotus melanicterus | Cucak kuning | ||
| 125 | Reindwardtipicus validus | Pelatuk kundang | ||
| 126 | Rhinomyias olivacea | Sikatan-rimba dada-coklat | ||
| 127 | Rhipidura phoenicura | Kipasan ekor merah | E | D, E |
| 128 | Scolopax saturata | Berkik-gunung merah | ||
| 129 | Seicercus grammiceps | Cikrak muda | E | |
| 130 | Sitta azurea | Munguk loreng | ||
| 131 | Spilornis cheela | Elang ular bido | B, E, II | |
| 132 | Spizaetus bartelsi | Elang jawa | E | B, E, EN, II |
| 133 | Spizaetus cirrhatus | Elang brontok | B, E, II | |
| 134 | Stachyris melanothorax | Tepus pipi perak | E | D, E |
| 135 | Stachyris thoracica | Tepus leher-putih | E | D |
| 136 | Streptopelia chinensis | Tekukur biasa | ||
| 137 | Sturnus melanopterus | Jalak putih | E | C, D, EN |
| 138 | Sturnus sturninus | Jalak cina | M | |
| 139 | Tachybaptus ruficollis | Titihan telaga | ||
| 140 | Tesia superciliaris | Tesia jawa | E | |
| 141 | Todirhamphus chloris | Cekakak sungai | A, D | |
| 142 | Treron griseicauda | Punai penganten | E | |
| 143 | Treron oxyura | Punai salung | ||
| 144 | Tringa hypoleucos | Trinil pantai | M | |
| 145 | Turnix suscitator | Gemak loreng | ||
| 146 | Tyto alba | Serak jawa | N | II |
| 147 | Zoothera dauma | Anis Sisik | ||
| 148 | Zoothera sibirica | Anis Siberia | M | |
| 149 | Zosterops montanus | Kacamata gunung | ||
| 150 | Zosterops palpebrosus | Kacamata biasa |
Keterangan:
| Peraturan Pemerintah RI | |
| Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 | A |
| SK. Mentan No.421/kpts/um/8/1970 | B |
| SK. Mentan No.66/kpts/um/2/1973 | C |
| SK. Mentan No.757/kpts/um/12/1979 | D |
| Peraturan Pemerintah No 7 th 1999 | E |
| Apendiks CITES II | II |
| IUCN | |
| Endangered (terancam) | EN |
| Near Threatened (hampir punah) | NT |
| Vulnerable (rentan) | VU |
| Distribusi | |
| Migran | M |
| Endemik Jawa/Indonesia | E |
| Nokturnal | N |