Skip to content

Checklist of Herpetofauna in Meratus Mountain, South of Kalimantan

Januari 9, 2008

Checklist of Species

Herpetofauna yang berhasil teridentifikasi sampai ke tingkat jenis adalah sebanyak 104 dari 107 jenis yang tercatat. Identifikasi pada Amfibi dilakukan berdasarkan tata nama yang terdapat pada buku panduan Frogs of Borneo, Stuebing dan Inger, 1999. Sedangkan untuk Reptil, identifikasi dilakukan berdasarkan tata nama yang terdapat pada buku panduan Snakes of Borneo, Stuebing dan Inger, 1999 dan buku Snakes and other Reptiles of Peninsular Malaysia, Singapore and Thailand.

AMPHIBIA

Bangsa Anura

 

Suku Bufonidae (Kodok sejati)

Suku ini disebut juga katak sejati atau kodok, permukaan kulitnya kasar dan memiliki penampilan yang kekar, pada tubuhnya tertutup oleh bintil-bintil. Memiliki kelenjar paratoid yang mensekresikan getah berlendir seperti racun, akan tetapi tidak berbahaya apabila setelah memegangnya, tangan kita langsung dibasuh dengan air. Untuk beberapa jenis mamalia kecil mungkin akan beracun untuk dimangsa. Persentase kehadiran suku ini di Meratus sebesar 14,81% dari kehadiran 4 suku Amfibi lainnya, dan kehadiraannya lebih banyak ditemukan di tipe habitat perkampungan yaitu sebesar 33%, ini berarti Bufonidae memiliki habitat non alami, dan hidup berdampingan dengan manusia.

 

Bufo asper (River toad/Kongkong)

Jenis ini ditemukan di Kampung Malaris jam 19.00 yaitu di habitatnya seresah-seresah daun, di bawah pepohonan di pinggir sungai. Permukaan kulitnya kasar dan berbenjol dengan warna coklat tua. Spesimen yang ditemukan memiliki ukuran yang kecil (40 mm) diperkirakan masih remaja karena ukuran dewasanya bisa mencapai jantan 70-100 mm dan betina 95-120 mm.

 

Bufo juxtasper (Giant River toad/Kongkong)

Jenis ini ditemukan di kampung Malaris pada jam 17.00 pada seresah daun di bawah pepohonan di pinggir sungai. Permukaan kulitnya kasar dan berbenjol dengan warna coklat tua. Spesimen yang ditemukan memiliki ukuran yang kecil (30 mm) diperkirakan masih remaja karena ukuran dewasanya bisa mencapai jantan 90-120 mm dan betina 125-215 mm

 

Bufo melanosticus (Common sunda toad/Kongkong)

Jenis ini ditemukan di batu-batu di pinggir sungai Uwit, Kampung Malaris pada jam 08.30. Permukaan kulitnya kasar dan memiliki bintil-bintil yang jelas dengan warna hitam kemerahan. Spesimen yang ditemukan merupakan individu jantan dengan ukuran 50 mm.

 

Leptohryne borbonica (Cross toad)

Jenis ini ditemukan di semak-semak pada hutan sekunder muda yang berlokasi di Belangian. Memiliki ukuran tubuh yang kecil dan ramping (20 mm) dengan permukaan kulit yang agak berkeriput. Warna kulit terlihat coklat dengan adanya tanda segitiga hitam di belakang mata.

 

Suku Megophryidae (Katak seresah)

Suku ini disebut juga katak seresah, memiliki kaki yang relaif pendek, sehingga katak ini lambat bergerak. Katak ini melompat dari satu tempat ke tempat lain dan bergantung terutama pada kemampuan menyaru untuk bertahan hidup. Katak ini ditemukan hanya ada dua marga, yaitu marga Leptobrachium dan marga Megophrys. Daerah penyebarannya di Meratus antara lain terdapat di habitat semak/padang rumput, hutan bambu, hutan sekunder muda, hutan alami dan pada daerah perairan (riparian)

 

Leptobrachium abbotti (Lowland litter frog)

Katak ini ditemukan di seresah-seresah lantai hutan tepatnya di daerah Penyaguan. Habitat yang digunakan adalah tipe habitat hutan alami. Katak ini berukuran sedang (40 mm), dengan ciri-ciri memiliki mata yang besar dan ukuran kaki-kakinya yang pendek. Warna: iris berwarna hitam, punggung coklat kehitaman dengan bercak-bercak, permukaan perut berwarna putih

Leptobrachium montanum (Montane litter frog)

Katak ini ditemukan di seresah-seresah lantai hutan tepatnya pada tipe habitat hutan alami di daerah Penyaguan. Katak ini berukuran kecil (30 mm), dengan ciri-ciri memiliki mata yang besar dan ukuran kaki-kakinya yang pendek. Warna: iris berwarna hitam, punggung coklat kehitaman dengan bercak-bercak, permukaan perut berwarna putih. Sebenarnya ciri-cirinya hampir sama dengan L. abbotti, hanya pada katak ini terdapat garis putih melingkar di atas iris, yang berbentuk seperti ring.

 

Leptobrachium nigrops (Blacked eyed litter frog)

Katak ini ditemukan di seresah-seresah lantai hutan tepatnya pada tipe habitat hutan alami di daerah Penyaguan. Katak ini berbeda dengan jenis Leptobrachium yang lain, yakni berukuran lebih kecil (20 mm), dengan ciri-ciri memiliki mata yang besar dan ukuran kaki-kakinya yang pendek. Warna: iris berwarna hitam, punggung hitam dan permukaan perut berwarna putih.

Megophrys nasuta (Bornean Horned frog/kangkang)

Katak ini ditemukan di tiga daerah pengamatan, yaitu di Loksado, Sungai Karuh dan Juhu tepatnya pada seresah-seresah daun di lima tipe habitat yaitu ladang, semak, perkebunan, hutan bambu, dan hutan sekunder muda. Katak ini berbeda dengan jenis Leptobrachium, karena berukuran lebih besar (70-125 mm) yang paling besar berhasil ditemukan adalah berukuran 117 mm sedang memakan tikus kecil berukuran panjang 80 mm. Ciri khas dari katak ini adalah pada mata terdapat perpanjangan dermal yang jelas menyerupai tanduk, kepala dan tubuh kekar dan bentuk moncong yang meruncing. Warna: iris berwarna coklat kemerahan, punggung coklat kemerahan dengan spot hitam pada punggung, dan perut berwarna putih.

Suku Microhylidae (Katak mulut sempit)

Suku ini disebut juga katak mulut sempit, karena bentuk kepalanya yang relatif kecil dan bentuk mulut yang runcing dengan mata yang kecil. Memiliki tubuh berukuran kecil sampai besar dengan jari atau tanpa ujung melebar. Beberapa jenis hidup di dalam lubang-lubang tanah, dan lubang-lubang pohon. Suku ini merupakan suku kodok dan katak terbesar yang terwakili di Indonesia (sekitar 150 jenis) dengan empat anak suku. Sedangkan jumlah jenis yang ditemukan di Pegunungan Meratus hanya terdapat 2 jenis atau hanya 7% dari jumlah suku-suku Amfibi yang tercatat. Persentase kehadirannya pada dua tipe habitat yaitu pada tipe habitat hutan bambu sebesar 12,50%, dan pada habitat riparian 2,56%. Katak ini ditemukan hanya ada dua marga, yaitu marga Microhyla dan marga Kalophrynus. Daerah penyebarannya di Meratus antara lain terdapat di habitat semak/padang rumput, hutan bambu, hutan sekunder muda, dan hutan sekunder. Keluarga katak ini bersifat fossorial (hidup di dalam lubang-lubang tanah).

 

Kalophrynus baluensis (Kinabalu Sticky Frog)

Katak ini memiliki kulit yang sangat lengket yang keluar dari kelenjar kulitnya, fungsinya sebagai pertahanan dari pemangsa. Ukuran tubuh spesimen yang ditemukan adalah 50 mm. Memiliki gendang telinga yang tampak jelas yang membedakannya dengan jenis Microhyla. Memiliki tekstur kulit yang kasar. Ditemukan pada seresah-seresah daun bambu di perbatasan kebun buah dengan kebun bambu Loksado. Katak ini merupakan jenis endemik Kalimantan

 

Microhyla sp. (Chorus Frog)

Marga Microhyla ini umumnya banyak terdapat di daerah tepian sungai yang berbatu dan berarus deras. Perjumpaan dengan jenis ini tercatat beberapa kali di Sungai Juhu tepatnya di Bincatan. Katak ini hanya teridentifikasi lewat suara, dimana suaranya yang khas sering terdengar di tepian sungai tanpa dapat terlihat dan ditemukan kataknya. Marga ini mencakup 25 jenis di seluruh dunia, yang panjang tubuhnya tidak lebih dari 25 mm. Ukurannya yang kecil dan kebiasaannya bersembunyi dalam lubang membuat marga ini sedikit sulit untuk ditemukan, selain itu beberapa jenis dari marga ini mampu untuk melompat lebih dari 2 m. Akan tetapi keberadaannya dapat diketahui melalui vokalisasi individu jantan yang khas, seperti suara jangkrik yang melengking dan terus-menerus bersautan

 

Suku Ranidae (Katak sejati)

Dikenal sebagai katak sejati, tersebar di Indonesia terdiri dari 100 jenis terbagi dalam delapan marga. Memiliki ciri-ciri tubuh ramping, ujung jari tangan biasanya melebar dan pipih dengan alur melingkar memisahkan bagian atas lempengan dari bagian yang bawah. Habitat suku ini sangat beragam, dari mulai hutan mangrove sampai hutan pegunungan, dari mulai hutan primer, sekunder, belukar, padang rumput sampai sekitar pemukiman.

 

Huia cavitympanum (Hole-in-the-Head Frog)

Katak ini terlihat pada batu-batu pinggiran Sungai Pitanin di Lokasado tepatnya di Kampung Buah pada tanggal 3 Mei 2005, jam 18.30

 

Ingerana baluensis (Dwarf Inger’ Frog)

Katak ini tercatat pada tanggal 12 Mei 2005, jam 11.00 pada aliran sungai dengan arus lambat di Sungai Karuh. Katak ini didapat setelah terjaring oleh jala ikan

 

Meristogenys phaeomerus (Brown Torrent Frog)

Katak ini tercatat sebanyak dua kali, yaitu di Lakiau pada tanggal 22 Mei 2005 jam 19.00. Catatan yang kedua adalah di Mandinmaru tepatnya di Sungai Puan pada tanggal 29 Mei 2005 jam 9.00. Catatan pada kedua lokasi memiliki persamaan habitat ditemukan, yaitu pada daerah riparian (perairan) di pinggiaran sungai.

 

Occidozyga laevis (Yellow-Bellied Puddle Frog)

Katak ini tercatat sebanyak dua kali, yaitu masih di daerah yang sama di Lakiau pada jalan setapak yaitu di pinggiran sungai Lakiau pada tanggal 22 Mei 2005 jam 20.00, dengan vegetasi banyak ditanami oleh rumpun-rumpun bambu. Ketika ditemukan katak ini tercatat sedang berada pada genangan air dengan lumpur yang tebal dan kelembaban yang tinggi

 

Rana erythraea (Green Paddy Frog)

Katak ini ditemukan pada padang rumput di pinggiran sungai Hapunit, Belangian, pada tanggal 29 Mei 2005. lokasi yang menjadi habitatnya adalah pada hutan sekunder muda (jurungan muda)

 

Rana finchi (Rough Guardian Frog)

Katak ini ditemukan di pinggiran sungai (riparian) yaitu pada batu-batu besar pada tanggal 14 Mei 2005, jam 22.00, tepatnya di sungai Panyaguan upper montane. Lokasi tersebut termasuk hutan alami dataran tinggi.

 

Rana hosii (Poisonous Rock Frog)

Jenis ini tercatat sebanyak dua kali, yaitu di Sungai Uwit, Loksado lower montane pada tanggal 3 Mei 2005, jam 21.30, yaitu pada batu-batu besar di pinggiran sungai. Dan catatan kedua di Sungai Lakiau masih pada habitat yang sama yaitu di pinggiran sungai pada tanggal 22 Mei 2005.

 

Rana ibanorum (Rough-Backed River Frog)

Jenis ini tercatat sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 10 Mei 2005 di Sungai Karuh pada batu-batu pinggiran sungai, tepatnya jam 22.00. sedangkan lokasi yang kedua tercatat pada tanggal 19 Mei 2005, yaitu di seresah-seresah daun bambu yang lapuk di bawah rumpun bambu tepatnya di pinggiran sungai Teweh, Juhu.

 

Rana kuhlii (Kuhl’s Creek Frog)

Jenis ini tercatat sebanyak 4 kali yaitu di Loksado pada tanggal 3 Mei 2005, jam 18.30 pada batu-batu di pinggir sungai Pitanin yang ternasuk Kampung Buah (jurungan tua). Catatan kedua yaitu di batu-batu berlumut di Sungai Karuh pada tanggal 11 Mei 2005 jam 13.00. Catatan ketiga yaitu di sungai Panyaguan pada tanggal 15 Mei 2005 jam 22.00, tertangkap sebanyak 3 individu. Lokasi keempat tertangkap di pinggiran sungai Lakiau pada tanggal 22 Mei 2005.

 

Rana limnocharis (Grass Frog)

Jenis ini tercatat sedang berada di batu-batu pinggiran sungai pada jam 21.30 tanggal 3 Mei 2005, tepatnya di Sungai Uwit Loksado.

 

Rana nicobariensis (Cricket Frog/Biatau)

Jenis ini tercatat sebanyak tiga kali, yaitu di batu-batu pinggiran sungai Uwit jam 21.30 tanggal 3 Mei 2005, catatan kedua yaitu di Sungai Lakiau pada tanggal 22 Mei 2005 jam 19.00. sedangkan catatan ketiga tanggal 19 Mei 2005, jam 9.00 di Balai Juhu pada seresah-seresah daun bambu yang lapuk.

 

Rana picturata (Spotted Stream Frog)

Katak ini tercatat di Sungai Lakiau pada jam 19.00 tanggal 22 Mei 2005, lokasi pinggiran sungai (riparian) merupakan habitatnya. Katak ini lebih menyukai sungai yang memiliki aliran yang deras.

 

Staurois natator (Black Spotted Rock Frog/Sangkariaman)

Katak ini tercatat pada batu-batu di tengah sungai Bangkinang Juhu pada tanggal 19 Mei 2005, jam 17.30. sedangkan individu yang kedua tercatat pada tanggal 20 mei 2005 di sungai Teweh dekat Balai Juhu pada jam 18.30.

Staurois tuberilinguis (Green-Spotted Rock Frog)

Katak ini tercatat pada tanggal 20 mei 2005 di sungai Teweh dekat Balai Juhu pada jam 18.30. habitat yang diketahui pada batu-batu pinggir sungai dengan arus sungai sedang. Jenis ini juga tercatat pada tanggal 16 Mei 2005 di Sungai Panyaguan tepatnya di atas daun-daunan (daun Batu).

 

Suku Rhacophoridae

Philautus ingeri (Sharp-Snouted Bush Frog)

Jenis ini tercatat pada tanggal 19 Mei 2005 pada jam 17.00 sedang menempel pada batang semak-semak di ladang Kampung Juhu. Tipe habitat yang diketahui adalah pada ladang/pahumaan.

 

Philautus hosii (Bush Frog)

Jenis tercatat tanggal 16 Mei 2005 di Sungai Panyaguan tepatnya di atas daun-daunan (daun Batu). Jenis ini merupakan katak pohon yang biasanya hidup di dekat-dekat sumber air.

 

 

REPTIL

Bangsa Lacertilia

Bangsa Lacertilia merupakan salah satu bangsa reptil yang terdiri dari lima suku, yaitu suku Lacertidae, suku agamidae, suku varanidae, suku gekkonidae, dan suku scincidae. Suku ini memiliki ciri-ciri memiliki sepasang kaki di depan, dan sepasang lagi di belakang, dan memiliki ekor.

Suku Agamidae (Bunglon)

Acanthosaura armata (Horned Tree Lizard/Intaang surui)

Jenis ini tercatat berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat Dayak Bukit yang sering dan pernah melihat jenis ini, yaitu di Sungai Karuh dan di Juhu. Kedua lokasi tersebut merupakan daerah dataran rendah (lower montane)

 

Aphaniotus fuscus (Earless Lizard)

Jenis ini ditemukan di empat lokasi penelitian. Catatan pertama yaitu pada tanggal 12 Mei 2005 jam 11.30 terlihat sedang berjalan pada seresah di tepi sungai yaitu di Ladang Alai,sungai Karuh, jumlah individu yang terhitung sebanyak 2 individu, dan diperkirakan merupakan pasangannya. Tanggal 14 Mei 2005 pada jam 15.00 di sekitar Panyaguan, individu ini terlihat sedang berjalan di atas lantai hutan (seresah-seresah daun), tanggal 19 Mei 2005 ditemukan individu ini jam 11.00 sedang memanjat pada batang pohon Karet di jalan setapak di pinggir Sungai Teweh, Juhu. Jenis ini juga tercatat di Sungai Lakiau pada jam 11.00 tanggal 22 Mei 2005.

 

Bronchocela cristatella (Green Crested Lizard)

Bunglon ini tercatat pada dua lokasi, yaitu di Kampung Malaris pada tanggal 2 Mei 2005 jam10.00. Individu ini terlihat sedang merayap pada dahan pohon. Catatan kedua yaitu di Mandin maru pada tanggal 30 Mei 2005. individu terlihat sedang berjemur pada pohon Gmelinaceae

 

Calotes versicolor (Garden Fence Lizard/ Intaang angui)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Draco melanopogon (Black-bearded Gliding Lizard)

Cecak terbang ini tercatat di Panyaguan pada tanggal 16 Mei 2005 pada jam 15.30. individu yang ditemukan terlihat sedang terbang ke pohon, dan merayap di pohon

 

Draco obscurus (Dusky Gliding Lizard)

Jenis ini tercatat sebanyak empat kali perjumpaan di lokasi yang berbeda. perjumpaan pertama pada tanggal 3 Mei 2005 pada batang pohon karet Sungai Uwit Loksado jam 09.30, dan tanggal 4 Mei 2005 jam 13.00 pada batang pohon Pilangga, Bukit Kumbang Loksado. Tanggal 19 Mei, jam 16.30 pada batang pohon Karet di Ladang Juhu teridentifikasi dua individu. Tanggal 21 Mei pada batang pohon Kupang, jam 17.00 di dekat Balai Juhu, tanggal 22 Mei 2005 pada batang pohon Tarap jam 09.30 tepatnya 50 meter sebelum Balai Bincatan ke arah utara. Pada tanggal 29 Mei 2005 tercatat merayap di pepohonan tepatnya di Jahung

 

Draco quinquefasciatus (Five-banded Gliding Lizard)

Tercatat pada tanggal 19 Mei 2005, tepatnya di Tanjkan Kepayang. Cecak terbang ini terlihat sedang merayap pada batang pohon Damar

 

Draco volans (Common Gliding Lizard/Intaang silat)

Tercatat pada tanggal 12 mei 2005, pada batang pohon mati di Ladang Alai jam 11.00. di lokasi tersebut terdapat banyak pohon-pohon bekas terbakar karena adanya proses pembuatan ladang

 

Gonocephalus grandis (Anglehead Lizard)

Gonocephalus grandis (Anglehead Lizard) ditemukan pada batang pohon Kapayang, tepatnya di sekitar Sungai Pitanin Kampung buah Loksado lower montane. Jenis yang termasuk suku Agamidae ini dilindungi oleh peraturan SK Mentan No.327/Um/5/1978 mengenai perlindungan satwa liar. Ini berarti kawasan Kampung buah Loksado merupakan kawasan yang harus dijaga dan dilestarikan karena menjadi habitat utama dari herpetofauna ini.

 

Suku Gekkonidae (Cecak)

Cnemapsis kandianus (Wandering Round-eyed Gecko)

Cecak jenis ini tercatat pada tanggal 16 Mei 2005 pada batang pohon yang berlokasi di Panyaguan yang merupakan upper montane. Jenis ini sepertinya cocok hidup di tempat yang termasuk suhunya rendah

 

Cyrtodactylus pulchellus (Banded Slender-toed Gecko)

Tercatat di Mandin maru pada tanggal 29 Mei 2005 jam 10.00 sedang merayap di pepohonan tepatnya di Batu antal, Riam Kanan yang merupakan tipe habitat hutan sekunder muda

 

Cyrtodactylus cavernicolus (Slender-toed Gecko)

Pada tanggal 2 Mei 2005 ditemukan pada pohon lubang pohon Tarap (tinggi 40 m, d=1m). Tercatat pada jam 11.00 tepatnya di Kampung Buah Sungai Pitanin, Loksado lower montane

 

Gehyra mutilata (Four-clawed Gecko)

Jenis ini tercatat pada tanggal 29 Mei 2005 di Sungai Kahung, Belangian. Individunya tercatat sedang merayap pada lantai tanah dengan seresah-seresah daun kering yang mendominasi lantai tersebut.

 

Gekko gecko (Tockay)

Jenis ini tercatat pada tanggal 29 Mei 2005 di Sungai Kahung, Belangian. Individunya tercatat sedang merayap pada lantai tanah dengan kerikil-kerikil batu yang mendominasi lantai tersebut.

 

Hemidactylus frenatus (Spiny-tailed House Gecko)

Jenis ini tercatat pada tanggal 31 Mei 2005 di Batu Antal, Mandin maru. Individunya tercatat sedang berada pada tipe habitat ladang

 

Hemydactylus garnotii (Garnot’s Geckos)

Jenis ini tercatat pada tanggal 29 Mei 2005 di Sungai Kahung, Belangian. Individunya tercatat sedang merayap pada pepohonan.

 

Ptychozoon lionotum (Smooth Backed Gliding Gecko/Take kadal)

Cecak terbang ini tercatat di Juhu menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Suku Lacertidae (suku kadal ekor panjang)

Takydromus sexlineatus (Long-tailed Lizard)

Jenis ini tercatat pada tanggal 30 Mei 2005, yaitu di Mandin maru yang tipe habitatnya didominasi oleh semak-semak/ilalang

 

Suku Scincidae (suku kadal)

Lygosoma bowringii (Bowring s supple Skink)

Kadal jenis ini ditemukan pada tanggal 29 Mei 2005 di jalan setapak menuju Kahung, Belangian. Individunya tercatat sedang merayap pada seresah-seresah daun di lantai hutan.

 

Dasia olivacea (Olive Tree Skink)

Tercatat di empat lokasi yaitu pada tanggal 21 Mei di pinggiran sungai Juhu, Bincatan pada seresah-seresah dauun bambu jam 16.00. lokasi kedua yaitu di ladang Lakiau tanggal 22 Mei 2005. lokasi ketiga yaitu di Muara Belangian pada tanggal 29 Mei. Lokasi keempat di Mandin maru pada seresah-seresah daun, yaitu pada tanggal 30 Mei 2005

 

Apterygodon vittatum (Tree Skink)

Tercatat sebanyak dua lokasi perjumpaan. Yaitu pada tanggal 19 Mei pada batang pohon Siwau tepatnya di Ladang Juhu jam 11.30. tanggal 22 Mei 2005 di balai lakiau terlihat kadal ini pada atap bangunan.

 

Mabuya longicaudata (Long-tailed Sun Skink/Barunak)

Tercatat di lima lokasi penelitian, yaitu di Juhu, bincatan, Lakiau, Belangian dan Mandin maru. Yaitu tanggal 21 Mei di Juhu, tanggal 22 Mei di Lakiau dan Bincatan.

 

Mabuya macularia (Speckled Forest Skink/Lingkang)

Tercatat di tiga lokasi penelitian, yaitu di Juhu, Bincatan, Lakiau. Pada tanggal 21 Mei di Juhu, tanggal 22 Mei di Lakiau dan Bincatan.

 

Mabuya multifasciata (Many-lined Sun Skink/Bingkarung cilin)

Tercatat di lima lokasi pengamatan, yaitu di Sungai karuh pada tanggal 11 Mei terlihat pada seresah, di bawah tumbuhan keladi , pada jam 14.00. selain itu tercatat juga pada tanggal 21 Mei di Juhu, tanggal 22 Mei di Lakiau dan Bincatan

 

Mabuya rugifera (Rough-scaled skink)

Kadal ini tercatat hanya pada tanggal 29 Mei 2005, tepatnya di Sungai Hapunit, Belangian.

 

Sphenomorphus indicus (Indian Forest Skink)

Kadal ini tercatat di Panyaguan tanggal 16 Mei 2005, terlihat sedang berjemur pada batu-batu pinggiran sungai pada jam 9.30. tercatat juga di Juhu pada tanggal 19 Mei terlihat sedang merayap pada serseah-serseah daun bambu.

 

Sphenomorphus maculatus (Streamside Skink)

Hanya tercatat di Belangian saja yaitu pada tanggal 29 Mei 2005, terdapat pada batu-batu di dekat sungai Hapunit tanggal 29 Mei 2005

 

Sphenomorphus scotophilus (Spotted Forest Skink)

Hanya tercatat di Belangian saja yaitu pada tanggal 29 Mei 2005, terdapat pada batu-batu di dekat sungai Hapunit tanggal 29 Mei 2005

 

Tropidophorus berdmorei (Berdmore’s Water Skink)

Tercatat di Sungai Karuh, Juhu, dan kampung Lakiau. Kadal ini sering terlihat didekat air, dan sekali-kali turun ke air.

 

Tropidophorus sp (Water Skink)

Ditemukan pada batu-batu pinggiran sungai Teweh, dekat Balai Juhu, dengan ciri-ciri memiliki garis warna putih yang bermula dari pangkal ekor sampai ke ujung ekor pada bagian ventral, badan berwarna coklat tembaga. Jenis tersebut tidak dapat teridentifikasi melalui in hand identification, karena spesimen tidak dapat ditangkap

 

 

Suku Varanidae (suku biawak)

Varanus bengalensis (Bengal Monitor/Biawak)

Jenis biawak ini tercatat di dua lokasi yaitu di Sungai Karuh menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, dan di Lakiau pada tanggal 22 Mei 2005 di sungai Juhu, Lakiau

 

Varanus salvator (Water Monitor/Biawak)

Jenis biawak ini tercatat di lima lokasi penelitian, antara lain di Juhu berdasarkan informasi yang didapatkan dari masyarakat Juhu, kemudian di Bincatan dan di Lakiau pada tanggal tanggal 22 Mei 2005, tepatnya pada sungai sampanahan dengan lebar sungai > 20 meter

 

 

Bangsa Ophidia

 

Jenis-jenis ular yang didapatkan berdasarkan penggalian informasi dari masyarakat Dayak Bukit antar lain:

Suku Pythonidae

Python curtus (Short Python/Sawa batu/Tempukung)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Python reticulatus (Reticulate Python/Sawa gunung)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Suku Typhlopidae

Cylindrophis ruffus (Common Pipe Snake/Ular lombok)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Ramphotyphlops braminus (Common Blind Snake/Lumang)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Suku Viperidae

Daboia russellii siamensis (Siamese Russell’s Viper/Sawa batu)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Suku Crotalidae

Trimeresurus popeorum (Pope’s Pit Viper/Mangkilalangan)

Ular ini termasuk ke dalam kelompok Crotalidae. Bisanya yang mematikan memiliki kategori venomous & dangerous. Ditemukan pada habitat hutan alami pegunungan dataran tinggi. Aktif pada malam dan siang hari.

Tropidolaemus wagleri (Wagler’s Pit-viper/Tampukung hijau)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Suku Elapidae

Bungarus fasciatus (Banded Krait/Tadung gelang hirang)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Maticora bivirgata (Blue Coral Snake/Tanggal baju)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Naja sumatrana (Sumatran Cobra/Tadung kumbang)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

 

Ophiophagus hannah (King Cobra/Tadung)

Bunglon ini tercatat di Sungai Karuh menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Suku Colubridae

Ahaetulla nasuta (Long-nosed Whip Snake/Ular Kambang)

Ahaetulla prasina (Green vine snake/Ular Kambang)

Ular yang berukuran maksimalnya mencapai 2 meter, panjang, ekor yang panjang dan tipis. Mata memiliki pupil yang terletak horizontal. Skala sisik halusnya 15 kolom, berkurang menjadi 13 mendekati tubuh bagian akhir. Sisik ventral 189-241 (jantan), 197-232 (betina). upper labial 8-9, dengan yang ke-4 sampai ke-6 bersentuhan dengan mata. warna tubuh atas dan kepala hijau. Tubuh bagian atas hijau muda, dengan garis warna putih,

Aplopeltura boa (Blunt-Headed Tree Snake)

Boiga cynodon (Dog-Toothed Cat Snake/ Sawa Aing)

Boiga dendrophila (Yellow-Ringed Cat Snake/Tatak amas)

Boiga drapiezii (Spotted Cat snake/Ular puang)

Calamaria lumbricoidea (Variable Reed Snake/Ular tanah)

Cerberus rynchops (Dog-faced Water Snake/Sawa batu)

Xenochrophis piscator (Chequered Keelback)

Chrysopelea pelias (Twin-Barred Tree Snake)

Dendrelaphis caudolineatus (Striped Bronze-Back/Ular paikat)

Dendrelaphis pictus (Painted Bronze-back/Ripung)

Enhydris plumbea (Orange-Bellied Mud Snake/Tadung ari)

Fordonia leucobalia (Crab-eating Water Snake/Ambilaras)

Gonyophis margaritatus (Royal Tree Snake)

Gonyosoma oxycephalum (Grey-Tailed Racer)

Liopeltis baliodeirus (Spotted Ground Snake)

Liopeltis longicauda (Striped Ground Snake)

Lycodon aulieus (Common Wolf Snake/Mangkaliyutan)

Macrocalamus tweediei (Tweedie’s Montain Reed Snake/Muyeh)

Macropisthodon flaviceps (Orange-Lipped water Snake/Ular Tadung)

Oligodon everetti (Jeweled Kukri Snake/Tadung balanghiang)

Oligodon octolineatus (Striped Kukri Snake/Belaras)

Pareas leavis (Smooth Slug-Eating Snake/Tampukung kayu)

Pareas malaccanus (Dark-Necked Slug Eating Snake)

Psammophis condanarus indochinensis (Indo-Chinese Sand Snake)

Rhabdophis chrysarga (Speckle-Bellied Keelback)

Rhabdophis murudensis (Fire-Lipped Keelback)

Stegonotus borneensis (Bornean Black Snake/Muyih)

Stoliczkaia borneensis (Stoliczkaia Water Snake/Lidi)

Xenalphis hexagonotus (Malaysian Brown Snake /Tadung Kepayang/Ular Puang)

Xenochrophis trianguligera (Triangle Keelback)

Xenodermus javanicus (Rough-Backed Litter Snake/Ular Kambang)

Suku Xenopeltidae

Xenopeltis unicolor (Sunbeam Snake/Karasik)

 

TESTUDINES

Suku Platysternidae

Malayemys subtrijuga (Rice-Field Terrapin/Kuntan)

Pelochelys cantorii (Frog-Headed Soft-Shell/Pitayap)

Trionychidae

Amyda cartilagiena (Southeast Asian Soft-shelled Turtle/Bidawang)

 

 

 

 

Iklan
13 Komentar leave one →
  1. tika permalink
    Februari 24, 2008 4:10 am

    what about through Indonesian Herpetofauna

  2. Februari 27, 2008 9:42 am

    I think herpetofauna in Indonesia have a lot of species in the forest that threatened by habitat destruction. Maybe more new species in the wild can be found if we doing an expedition.
    Thanx tika

    deri

  3. tony permalink
    Januari 24, 2009 2:00 pm

    sangat menarik..kalimantan memang masih banyak hutannya jadi keanekaragaman herpetofaunanya juga buanyak..bolehkah saya meminta literature yang anda pakai. nantinya kan saya bagikan untuk litbang news Kelompok Studi Herpetologi..terimakasih banyak

  4. Januari 26, 2009 6:37 pm

    lieteraturnya saya agak lupa lagi mas…
    Beberapa yang masih saya ingat, seperti fieldguide amphibi borneo, dan reptil borneo (Stuebing&inger)…
    Wahh boleh dong gabung dengan kelompok studi herpetologinya???

  5. ardia permalink
    Februari 19, 2009 12:57 pm

    sangat menarik…

    jadi pengen ke kalimantan!!

    silahkan gabung di forum nya kelompok studi herpetologi, kita diskusi bareng

    yukkkk……

  6. Bilal permalink
    Mei 20, 2010 12:32 am

    hallo dani, salam kenal ya! sy punya beberapa reptil tapi belum bisa di identifikasi, apa bisa sy kirim ke mas dani biar di iden?????? saya pemerhati Herpetologi

  7. Juli 8, 2010 5:29 pm

    wow aku dah pernah ke loksado, g ketemu makhluk2 itu hehe.. cuma liat doggy n piggy ajah di situ hehe 😛 😀 *kunjungan balik*

    • Juli 15, 2010 9:14 pm

      hehehe… emang betul Lili, banyak benar doggy n piggy disana, tapi ya begitulah kehidupan lokalnya, mungkin Lili lebih mengenal kehidupan di sana…
      Gampang2 susah juga sih nyari herpet (reptil&amfibi), beda sama nyari burung or mamal, masalahnya harus in hand identification supaya tau mahluk itu spesies apa…
      -makasih kunjungan baliknya ya-

  8. Mohammad Emir Muzamil permalink
    September 27, 2011 7:29 am

    kang deri…disuhunkeun nya datana kangge dibaca…pami tiasa mah palai ninggal langsung ti bukuna…hatur nuhun kang….

    • September 27, 2011 3:26 pm

      Mangga Emir…
      Bukuna… aya sih laporan hasil ekspedisi Meratus tahun 2005,
      mung kaleresan abdi mah teu gaduh…

  9. kukuh indra permalink
    April 10, 2012 8:57 am

    salam kenal bang deri, bisa minta alamat kontaknya? saya ada niat riset di meratus, sepertinya saya butuh banyak saran dan masukan dari bang deri. bang deri bisa cek facebook saya dengan nama “Kukuh Indra”

  10. April 10, 2012 4:01 pm

    Salam kenal juga Mas Kukuh sang Herpetologist Indonesia dari Jogja 🙂
    oke lanjut di facebook aja yah mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: