Skip to content

Burung & Dasar-dasar Birdwatching

Februari 27, 2008

 

Definisi Ornithologi

 

Ornithologi berasal dari bahasaYunani yaitu Ornith yang berarti burung dan logos yang berarti ilmu. Namaornith dipergunakan bagi kelompok hewan classis Aves (aves = burung, bahasalatin). Ornithologi yaitu suatu ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenaiburung, seperti: fisiologi, morfologi, behaviour, ekologi, dsb.

Burung atau hewan dibagi menjadi2 jenis menurut waktu beraktivitas, yaitu:

  1. Diurnal (aktif pada siang hari). Sebagian besar burung aktif pada siang hari, biasanya pada jam-jam tertentu burung melakukan istirahat.
  2. Nokturnal (aktif pada malam hari), biasanya pada kelompok Strigiformes (burung hantu)

Ciri-ciri burung:

a.    Sebagian besar tubuhnyaditutupi bulu

b.    Terdapat 2 pasanganggota badan, 1 pasang anterior menjadi sayap, dan 1 pasang posterior menjadikaki untuk berjalan/mengais (Galliformes & Ciconiiformes), mencakar(Falconiformes & Strigiformes) atau berenang dengan selaput pada jari kaki(Pelecaniformes & Anseriiformes). Masing-masing kaki memiliki 4 jari kaki.

c.     Rangkanya halus, kuat,dibentuk dari tulang sejati. Mulutnya merupakan suatu tonjolan berupa paruh(dari zat tanduk), tidak ada gigi, leher yang fleksibel.

d.    Jantung terdiri dari 4ruang (2 atrium dan ventrikel yang terpisah)

e.    Respirasi oleh paru-parudan berhubungan dengan kantung-kantung udara.

 

Bentuk tubuh burung umumnyaseperti “spindle shape” (seperti gelendong benang yang kedua ujungnyamelancip). Kelebihan bentuk tersebut adalah untuk memudahkan burung ketikamenembus udara saat terbang, atau ketika menembus air pada waktu berenang.

Warna bulu burungbermacam-macam. Burung-burung dari daerah yang kering warnanya cenderung kewarna yang pucat, sedangkan pada daerah-daerah yang lembab warnanya lebihgelap. Pada umumnya burung jantan warnanya lebih cemerlng dari burung betina.

Sayap pada burung digunakanuntuk terbang, tapi pada beberapa burung air (pinguin) dimodifikasi untukmenggerakan badannya di dalam air, sayapnya telah berdegenerasi sehingga tidakdapat terbang, ekornya dipergunakan untuk mengemudi dan keseimbangan badan.

Distribusi burung terdapat mulaidari permukaan laut sampai dengan di pegunungan yang ketinggiannya > 20.000kaki (Mount Everest, Himalaya). Setiap species mendiami suatu daerah geografistertentu dan habitat tertentu pula. Burung albatros tinggal di lautan yangterbuka kecuali apabila sedang bersarang, burung camar terdapat di sepanjangpantai, kelompok Anseriiformes di temukan di daerah yang berawa-rawa, burungpelatuk dan kelompok Bucerotidae mempergunakan pohon sebagai tempat tinggalnya,burung pemburu pada umumnya hidup soliter, kelompok Passeriformes umumnya hidupberkelompok.

 

Manfaat burung di alam bagikehidupan diantaranya (fungsi ekologis burung):

  1. Berperan dalam proses ekologi (sebagai penyeimbang rantai makanan dalam ekosistem)
  2. Membantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang mempunyai perbedaan antara posisi benang sari dan putik.
  3. Sebagai predator hama (serangga, tikus, dsb.)
  4. Penyebar/agen bagi beberapa jenis tumbuhan dalam mendistribusikan bijinya
  5. Sebagai bahan penelitian, pendidikan lingkungan, dan objek wisata (ekoturism).

Manfaat burung yang ditangkarkan bagi manusia (fungsiekonomis burung):

  1. Memiliki nilai estetika: kicauan yang bervariasi, bulu yang indah, atau kecepatan terbang untuk diperlombakan
  2. Memiliki nilai ekonomi: sarang, telur, daging, bulu, kotoran, tanduk (casque), binatang awetan, dan industri pembuatan sangkar, pakan, dsb.

 

Ornithologi

Mengapa ornithologi lebih berkembang pertamakali dibandingkan ilmu lain?

  1. Jumlah spesies burung yang lebih melimpah dan terdapat di berbagai habitat
  2. Keanekaragaman yang banyak (warna, ukuran, perilaku, dsb)
  3. Cukup ramah untuk diamati

Sehingga dijadikan ilmu yang sangat membantu ilmulain, dalam hal indikator-indikator “early warning” peringatan dini dari lingkungan.

 

Birdwatching

Definisi: Pengamatan terhadap burung yang dilakukandi alam terbuka, aspek yang diamati mulai dari identifikasi jenis berdasarkanmorfologi, identifikasi lewat suara, behaviour, populasi, distribusi, dsb.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketikamelakukan bird watching

  1. Perlengkapan:
    1. buku catatan
    2. alat tulis (pensil)
    3. buku panduan pengenalan jenis burung (Field Guide)
    4. teropong (binokuler/monokuler)
    5. kamera
    6. tape recorder
  2. Metode pengamatan burung
    1. jalan mengendap-endap
    2. mencari tempat yang baik untuk bersembunyi
    3. menggunakan atribut/pakaian yang tidak mencolok
    4. tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu burung
    5. tidak melepaskan binokuler sampai deskripsi jenis burung dapat tergambarkan ketika melakukan identifikasi
    6. membuat sketsa burung yang terlihat dan mendeskripsikan ciri-cirinya
  3. Catatan yang biasa dicantumkan
    1. nama pengamat
    2. waktu dan tanggal pengamatan
    3. lokasi pengamatan
    4. jenis habitat dan tipe vegetasi yang digunakan
    5. cuaca
    6. jumlah burung yang ditemukan
    7. aktivitas
    8. jarak burung dengan pengamat
    9. dan sebagainya, tergantung dari penelitian yang dilakukan

Metode penghitungan Populasi Burung

  1. Absolut
    1. Capture – recapture
    2. Teritorry mapping
    3. Time mapping
  2. Relatif/index
    1. IPA (Indices Pontuel d’Abondances)
    2. Point Count (PC)
    3. Teknik Transek  

Iklan
52 Komentar leave one →
  1. Maret 31, 2008 5:42 pm

    assalamualaikum WR.WB
    saya mahaisswa jurusan biologi murni di fakultas sains dan teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

    dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap saudara di sebrang sana, dengan ini bermaksud meminta saudara bersedia memuat artikel-artikel tentang taksonomi lengkap, vertebrata, invertebrata dan biologi secara umum.

    demikian permohonan kami atas kesediaannya saya sampaikan banyak terima kasih.

    hormat saya

    abd hadir.

  2. April 3, 2008 8:20 am

    Wa’alaikummussalam wr. wb.

    Mohon maaf sekali mas abd hadir, saya bukannya tidak mau memuat artikel2 yang diminta mas abd hadir, akan tetapi karena keterbatasan saya di dalam mengakses lewat internet ini ya… saya up load yang tersedia dulu. Mungkin suatu saat saya akan menyempatkan diri untuk memenuhi requestnya.
    Saya ucapkan terima kasih sudah memberikan komentar.

    salam hangat

    Deri Ramdhani

  3. khoiril anwar permalink
    April 20, 2008 4:35 am

    Assalamualaikum WR.WB
    saya mahaisswa jurusan biologi Universitas Sriwijaya, bolehkah saya meminta keterangan lebih lanjut dalam menghitung populasi burung, baik keterangan absolut maupun indek/relatif, selain itu apakah tulisan diatas merupakan tulisan saudara, jika ia apa saya minta daftar pustakanya dan beserta halaman berapa tulisan tersebut dimuat.
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih

  4. April 21, 2008 3:26 am

    Wa’alaikumusalam wr. wb
    mas khoiril…
    untuk metode dan indeks penghitungan burung mas khoiril bisa membaca di bukunya Bibby et al, tahunnya saya lupa lagi, atau bisa juga di buku statistik untuk biologi.
    untuk lebih lanjutnya mungkin bisa lewat email, nanti beberapa indeks penghitungan bisa diattach lewat email.

    Terima kasih…

  5. Mei 4, 2008 10:09 am

    Salam kenal dari jogja….

    sukses ya….semoga artikel nya bisa ditambah terus…

    mantapppp….

  6. Mei 5, 2008 12:24 pm

    Halo mas Ige….
    Terima kasih atas comment-nya….
    Apa kabarnya nih mas?
    Salam aja buat Kawan-kawan Kutilang
    Ditunggu dolan-dolannya ke bandung mas ige….

    deri

  7. Mei 15, 2008 4:03 am

    assalamu’alaikum..

    salam kenal mas… mohon izin aku mau copy artikel tentang dasar2 birdwatching. aq pengen belaja ttg ornit. dan kalo boleh mungkin suau hari saya bisa konsultasi lg
    thx b4..

  8. khoiril anwar permalink
    Mei 19, 2008 12:11 pm

    mas deri, ini alamat email saya anwar_ronaldo07@yahoo.com, saya sangat membutuhkan metode tersebut, atas kirimannya saya ucapkan terimakasih, buku bibby judulnya apa mas? dan statistik biologi karangan siapa?
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih

  9. Juni 3, 2008 3:09 pm

    to mas giri..
    makasih juga atas kunjungannya, silahkan aja kalo mo copy, tapi mohon maaf kalo ada yang salah2 mohon dikoreksi mas

  10. Juni 3, 2008 3:13 pm

    to mas anwar, ringkasan metode penghitungan burung sudah saya emailkan mas, dan mungkin literatur dibawah ini bisa banyak membantu:

    1. Bibby, C., M. Jones, dan S. Marsden, 2000. Teknik-teknik Ekspedisi Lapangan Survei Burung. BirdLife International-Indonesia Programme, Bogor, Indonesia.
    2. Bibby, C., N. D. Burgess & D.A. Hill, 1993. Bird census techniques. London, Academic Press Limited.
    3. Mueller-Dombois and Ellenberg, H., 1974. Aims and Methods of vegetation Ecology. John Willey & Sons ,Inc. New York
    4. Ludwig, J.A. and J.F. Reynolds, 1988. Statistical Ecology. New York. John Willey and Son Soegianto, A., 1994. Ekologi Kuantitatif Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Usaha Nasional, Surabaya
    5. Sutherland, W. J., 1996. Ecological Census Techniques a handbook. Cambridge University Press, UK.

    Semoga sukses penelitiannya…

  11. mitha permalink
    Juli 4, 2008 4:22 pm

    om deri, sekarang umur burungnya dah berpa tahun???kakakakakkakaakakakaak..pasti udah tua ya…

  12. Juli 23, 2008 10:43 am

    umurnya sekarang dah 25 tahun, lagi lucu-lucunya lah… huehehe…
    tapi ga bakalan dipublish yg itu mah, khususon soalnya hehehe

  13. La Ode Moh. Muzahar permalink
    Agustus 6, 2008 3:28 am

    Assalamualaikum…
    perkenalkan saya zahar/ode, mahasiswa ilmu kelautan unhas makassar.
    kebetulan penelitian S1 sy berjudul ” Inventarisasi jenis dan Habitat burung laut di pesisir kota makassar” mau nanya ni kak, kira2 metode kerja (rumus dan sumbernya) apa yg hrs sy gunakan dalam penelitian ini.karena sy masih kebingungan mohon bantuan kakak, karena sy sangat membutuhkan informasinya.
    makasih..
    wasalam

  14. La Ode Moh. Muzahar permalink
    Agustus 6, 2008 3:32 am

    Assalamualaikum…
    perkenalkan saya zahar/ode, mahasiswa ilmu kelautan unhas makassar.
    kebetulan penelitian S1 sy berjudul ” Inventarisasi jenis dan Habitat burung laut di pesisir kota makassar” mau nanya ni kak, kira2 metode kerja (rumus dan sumbernya) apa yg hrs sy gunakan dalam penelitian ini.karena sy masih kebingungan mohon bantuan kakak, karena sy sangat membutuhkan informasinya.
    makasih..
    wasalam…

  15. syamsuddin permalink
    Agustus 6, 2008 3:34 am

    Assalamualaikum…
    perkenalkan saya zahar/ode, mahasiswa ilmu kelautan unhas makassar.
    kebetulan penelitian S1 sy berjudul ” Inventarisasi jenis dan Habitat burung laut di pesisir kota makassar” mau nanya ni kak, kira2 metode kerja (rumus dan sumbernya) apa yg hrs sy gunakan dalam penelitian ini.karena sy masih kebingungan mohon bantuan kakak, karena sy sangat membutuhkan informasinya.
    Ini alamat emailku: http://www.zahar_odhe@yaho.com
    makasih..
    wasalam

  16. lupus permalink
    September 2, 2008 7:58 am

    buat mitha…
    jangan nyerempet2 ke sana, mas deri agak sensitif kalo ngobrolin burung yang laun ;D

  17. September 18, 2008 3:39 pm

    Mohon maaf dik Zahar/ode, saya baru balas, saya baru cek lagi wordpressnya. nanti insya Allah saya balas via emailnya ya…

  18. Oktober 6, 2008 2:14 am

    BUAT La Ode Moh.Muzahar

    ” Inventarisasi jenis dan Habitat burung laut di pesisir kota makassar”

    Untuk metode inventarisasi bisa menggunakan metode jelajah, sedangkan teknik pengumpulan data secara kuantitaif (bila diperlukan) bisa menggunakan teknik line transect, dimana panjang garisnya ditentukan terlebih dahulu berdasarkan area penelitian. Untuk jenis dan habitat burung air saudara bisa melihat bukunya Pak Yus Rusila Noor dari Wetlands International Indonesia Programme (Panduan Studi Burung Pantai). Untuk metode penelitian silahkan lihat di
    1. Bibby, C., M. Jones, dan S. Marsden, 2000. Teknik-teknik Ekspedisi Lapangan Survei Burung. BirdLife International-Indonesia Programme, Bogor, Indonesia.
    2. Bibby, C., N. D. Burgess & D.A. Hill, 1993. Bird census techniques. London, Academic Press Limited.
    3. Mueller-Dombois and Ellenberg, H., 1974. Aims and Methods of vegetation Ecology. John Willey & Sons ,Inc. New York
    4. Ludwig, J.A. and J.F. Reynolds, 1988. Statistical Ecology. New York. John Willey and Son Soegianto, A., 1994.
    5. Ekologi Kuantitatif Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Usaha Nasional, Surabaya
    4. Sutherland, W. J., 1996. Ecological Census Techniques a handbook. Cambridge University Press, UK.

  19. Cahya permalink
    Januari 16, 2009 6:04 pm

    Aslm.
    mas DERI RAMDANI, sy mahasiswi biologi UM (Universitas Negeri Malang). mas, sy lagi skripsi tentang pengamatan burung di taman kota. terus mau nanya. sebaiknya metode yang tepat utk digunakan dlm pengamatan tsb apa mas? ngambil datanya berapa kali? alasannya kenapa? mas pliz…. berbaik hatilah padaku…. boleh dong jawabannya dikirim lewat email sy. terima kasih sebelumnya…… 🙂

  20. Cahya permalink
    Januari 16, 2009 6:07 pm

    oh iya mas…. request
    kalo bisa, mohon jawabannya segera….plizzzzzzzzz…….
    makasih lagi… 🙂

  21. Cahya permalink
    Januari 16, 2009 6:17 pm

    alamat email: Cahya_tamsil@yahoo.com.

  22. Januari 21, 2009 10:30 am

    Dear mas Cahya,

    untuk penelitian burung di taman kota, metodenya tergantung dari maksud dan tujuan penelitiannya sendiri, apakah untuk membandingkan indeks keanekaan jenis di beberapa taman kota, atau penelitian jenis di salah satu taman saja.

    Kalau untuk metode penghitungan populasi sendiri bisa menggunakan IPA atau Point count, lebih tergantung kepada jenis habitat atau bentuk vegetasinya seperti apa

  23. yana permalink
    Februari 19, 2009 11:41 am

    asik uy jang bahan kuliah ornith
    tambihan gambar atuh kang meh aya bayangan
    kang mun alat perekam suara burung bagusna nganggo naon?

  24. Maret 3, 2009 8:04 am

    gambarna belum ditambah nya… engke weh nya, pami waktuna luang.

    Alat perekam suara mah pada dasarna semua alat recording bagus, cuma nanti kalo buat rekam suara yg lebih jelas perlu diedit2. atawa alatna dimodifikasi dipasihan tihang panjang siga jang shooting, terus bikin kerucut penangkap getaran di ujung perekam supaya suarana langkung hade

  25. azzam permalink
    Maret 25, 2009 1:29 pm

    terima kasih atas penjelasany….

  26. Catur permalink
    Mei 20, 2009 4:08 am

    Dear Mas Deri,
    Salam kenal, nama saya Catur lulusan dari IPB dari fakultas kehutanan. Saya tertarik dengan artikel yang Mas buat di atas, terutama untuk metode penghitungan populasinya. Bisakah keterangan yang Mas Deri buat diatas dibuat detailnya, tentang gimana proses dan cara kerja dari metode tersebut. Apa alasan yang mendasari penggunaan dari metode tersebut.
    Saya menunggu balasan email dari Mas. Thanks before dan salam kenal

    Cheers,

    CSU

    • Mei 16, 2011 7:03 am

      Dear Mas Catur,
      salam kenal juga,
      Detail dari metode pengamatan burung di atas sebetulnya bisa langsung dilihat di bukunya mas (kalo ada bukunya itu juga)

  27. neli permalink
    Juni 3, 2009 3:25 am

    nuhun ah blog na,bermanfaat untuk laporan bird watching

  28. anjaz bintoro permalink
    Mei 3, 2011 1:14 pm

    aaslmkm… ms deri, aq anjas mahasiswa jurusan kehutanan universitas bengkulu (UNIB). mau tanya, ada gk literatur untuk pengamatan burung dihutan tropis???

    • Mei 16, 2011 6:57 am

      Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
      Mas Anjaz, literaturnya sih cukup banyak Mas, tergantung mas Anjaz mau penelitian burungnya di aspek apanya, kalo di ekologi apakah tentang populasinya, distribusinya, atau tentang habitat hutan tropisnya.
      Kalo boleh saya tahu penelitiannya di hutan mana mas?

  29. Ayu permalink
    Januari 7, 2012 11:04 pm

    mas deri, salam kenal.. saya ayu biologi unpad 2009 hehe 😀
    ayu jg mau dikirimin ringkasan penjelasan metode sensus populasi burungnya..
    bisa dikirim ke emailku : ariniayu273@gmail.com

    yah yah? hehehe

    makasih banget loh maas.. diantos.. 😀

  30. Januari 8, 2012 1:02 pm

    ass…
    salam kenal mas deri,.. saya dauz mahasiswa kehutanan.
    saya sangat butuh masukan nya tentang penelitian saya yang berjudul : distribusi dan keanekaragaman jenis burung di repong damar krui (lampung). metode yang yg cocok apa? saya bingung untuk distribusinya menggunakan metode apa?
    ini alamat email saya : dauz.forestryseven@gmail.com
    mohon bantuanya. terima kasih …

  31. BAYu permalink
    Maret 12, 2012 6:13 am

    mas saya sdg menjalani skirpsi ttg birdwatching nih,ada ga punya artikel ato jurnal ato sejenisnya guna mendukung metode dan lainnya,judul yang saya angkat keragaman burung diruang terbuka hijau kota Banjarbaru Kalimantan selatan.
    ini email saya mas bayu3atm@yahoo.co.id
    mohon dengan sangat bantuannya.terima kasih

  32. Maret 13, 2012 3:51 am

    Ok Mas Bayu, nanti saya carikan bahan-bahannya

  33. bayu permalink
    Maret 14, 2012 11:29 am

    maksi y mas,dtunggu emailnya….heee….

    • bayu permalink
      Maret 14, 2012 11:38 am

      ternyata uda ada diemail saya.makasi banyak mas Deri……

      • Maret 15, 2012 11:10 am

        Oke Sama2 Bayu…
        Ditunggu sharing penelitiannya yah 🙂

  34. husna permalink
    Mei 16, 2012 1:28 pm

    assalamualaikum mas deri..
    saya husna..
    mas, saya boleh minta metode penghitungan burungnya mas
    ne alamat email saya husnaborreg@gmail.com

    • Mei 18, 2012 5:28 am

      Wa’alaikumussalam WR. WB. Mba Husna,
      oh boleh, sebentar saya emailkan yah..

  35. Agustus 31, 2013 3:59 am

    assalamualaikum mas deri, ini saya lagi penelitia hmpir sama dengan yang dilakukkan mas bayu mengenai kenakekaragaman burung diRTH diperkotaan dan juga menentukkan kekerabatannya, kira2 kalau ada referensi saya minta bantuannya.
    email saya di yb_ferdi41@yahoo.co.id

  36. Agustus 31, 2013 12:00 pm

    Waalaikumussalam…
    insya Alloh kalo ada nanti saya email mas ferdi

  37. September 3, 2013 1:33 pm

    terima kasih mas deri, baru saya pelajari ini bahannya

  38. September 4, 2013 3:12 am

    ok sama2 mas ferdi

  39. November 11, 2013 10:46 pm

    asslmlkum mas deri, sy mau nanya, kan ada paragraf dri artikel mas deri yg blang Warna bulu burungbermacam-macam. Burung-burung dari daerah yang kering warnanya cenderung kewarna yang pucat, sedangkan pada daerah-daerah yang lembab warnanya lebihgelap. itu alasannya knapa yah, warna burung utk daerah kering pucat, daerah lembab gelap.

    • November 13, 2013 7:57 am

      Waalaikumussalam mba,
      wah pertanyaan yg bagus, Wallohualam jawaban yg benarnya seperti apa mba, mungkin alasan mengapa bulu burung di daerah yang beriklim kering cenderung berwarna pucat dan bulu burung di daerah beriklim lembab cenderung gelap dikarenakan sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan, di dalam menjaga suhu tubuh burung itu sendiri, logikanya kalo kita memakai pakaian yg gelap/hitam di saat siang hari di tempat yg panas maka akan terasa sangat gerah, hal ini dikarenakan warna hitam lebih menyerap panas dibanding warna putih yang memantulkan panas.
      Selain itu adaptasi juga dilakukan untuk menghindari pemangsa burung tersebut maupun untuk membantu burung tsb di dalam penyamaran perburuan mangsanya.
      Yang lebih hebat daripada perilaku adaptasi burung tsb adalah, Strategi Sang Pencipta burung tersebut di dalam menciptakan dan mengatur setiap mahluknya di dalam keseimbangan, Subhanallah….

  40. aris permalink
    Februari 19, 2017 8:42 am

    asslmlkum mas deri, saya ingin menanyakan apakah mas tau jurnal terkait dengan metode kurva minimum spesies yaitu cara menentukan titik pengamatan burung.

  41. Februari 20, 2017 6:25 am

    Waalaikumussalam
    kalo tidak salah ada di literatur ini mba/mas
    1. Bibby, C., M. Jones, dan S. Marsden, 2000. Teknik-teknik Ekspedisi Lapangan Survei Burung. BirdLife International-Indonesia Programme, Bogor, Indonesia.
    2. Bibby, C., N. D. Burgess & D.A. Hill, 1993. Bird census techniques. London, Academic Press Limited.

  42. ziyauzzikri22@gmail.com permalink
    Juni 15, 2017 2:28 am

    assalamuallaiku mas deri,,,
    perkenalkan saya ziya uzzikri mahasiswa jurusan kehutanan universitas bengkulu,saya mau bertanya mas metode apa yang cocok untuk digunakan dalam penelitian keanekargaman jenis burug air di kawasan hutan mangrove,,
    Terima kasih sebelumnya mas
    ini email saya mas(ziyauzzikri22@gmail.com)

    • Juni 15, 2017 3:19 am

      Kalo hutan biasanya kanopinya rapat sehingga jarak pandangnya sempit, akan tetapi apabila banyak ditemukan areal2 bukaan atau viewnya ke pantai, tambak, rawa, sungai yang jarak pandangnya jauh bisa digunakan metode campuran IPA/point count dengan transek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: