Skip to content

Laporan Asian Waterbirds Census (AWC) di Bandung

April 24, 2010

Laporan Asian Waterbirds Census (AWC) di Bandung

Oleh : Deri Ramdhani

Pengamatan burung air di Bandung dilakukan di beberapa tempat oleh para pengamat burung yang tergabung dalam komunitas pengamat burung BICONS (Birds Conservation Society). Beberapa lokasi diantaranya merupakan kawasan lahan basah seperti sawah, sehingga banyak ditemukan burung air yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitatnya. Akan tetapi di beberapa lokasi tidak terdapat kawasan lahan basah namun masih dapat ditemukan kelompok burung air di lokasi tersebut, seperti halnya kawasan taman kota.

Luasan lahan basah di Bandung dari tahun ke tahun semakin menyempit, dikarenakan perluasan pemukiman yang tidak mengindahkan fungsi ekologis. Sehingga dampak yang dirasakan masyarakat Bandung pun sangat banyak, dari mulai bencana banjir di musim hujan, baik banjir yang berasal dari luapan sungai maupun banjir cileuncang, sampai minimnya jumlah air yang dapat dikonsumsi ketika datangnya musim kemarau. Hal tersebut adalah beberapa contoh dari bencana sebagai akibat dari terabaikannya fungsi ekologis lahan basah di Bandung.

Burung air sebagai indikator keberadaan lahan basah pun keberadaannya kini semakin terganggu dengan perluasan wilayah pemukiman ke areal persawahan. Sebagai contoh, kurang dari empat tahun yang lalu kami masih dapat melakukan pengamatan burung air di area lahan basah tepatnya di pinggiran rel kereta api yang melintasi jalan tol Cileunyi. Di area tersebut tumbuh beberapa jenis tumbuhan air seperti Kangkung Belanda (Ipomea sp.) yang dijadikan sebagai habitat bersarang berbagai jenis burung air yang menghuni areal persawahan di Cileunyi dan sekitarnya. Namun kini habitat tersebut sudah hilang dan beralih fungsi menjadi kawasan kompleks perumahan, sehingga berbagai jenis burung air tersebut harus mencari habitat bersarang yang baru.

Terdapat enam region yang telah dilakukan survey burung air di Bandung dan sekitarnya. Berikut akan diuraikan lokasi beserta jenis burung air yang ditemukan di enam region tersebut.

A. Kawasan Bojong Soang

Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM dan areal pesawahan Bojong Soang Bandung

Kelompok No Nama Ilmiah Nama Indonesia Nama Inggris Famili Individu Ket.
Waterfowl 1 Tachybaptus ruficollis Titihan telaga Little Grebe Podicipedidae A A 1
Wading bird 2 Bubulcus ibis Kuntul kerbau Cattle egret Ardeidae B B 2 – 5
3 Ardeola speciosa Blekok sawah Javan pond-heron Ardeidae C C 6 – 10
4 Nycticorax nycticorax Kowak-malam kelabu Black-crowned Night-heron Ardeidae C
5 Ixobrychus cinnamomeus Bambangan merah Cinnamon bittern Ardeidae C
Shore bird 6 Tringa hypoleucos Trinil pantai Common sandpiper Scolopacidae C
Others 7 Amaurornis phoenicurus Kareo padi White-breasted Waterhen Rallidae B

Survey yang dilakukan di kawasan Bojong Soang merupakan survey keanekaragaman hayati, khususnya kelompok burung. Tipe habitat di lokasi pada umumnya merupakan areal persawahan, sehingga sebanyak 4 jenis burung dari kelompok wading bird ditemukan di habitat tersebut. Untuk kelompok shore bird ditemukan jenis Trinil pantai (Tringa hypoleucos) yang diprakirakan merupakan jenis migran, karena hanya dapat ditemukan pada bulan-bulan tertentu saja. Tercatat satu jenis burung air dari kelompok Waterfowl, yaitu Titihan telaga (Tachybaptus ruficollis) yang ditemukan hanya 1 ekor. Individu ini menggunakan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PDAM sebagai habitatnya. Berdasarkan data inventarisasi burung di Bandung, burung ini merupakan catatan baru yang menambah jumlah jenis burung di Bandung. Dimana sebelumnya pernah tercatat satu jenis burung air dari kelompok sea bird/sea gull yaitu jenis Cikalang kecil (Fregata minor) tidak jauh dari lokasi ditemukannya burung tersebut.

Kawasan Bojong Soang merupakan kawasan yang memiliki jumlah jenis dan individu burung air terbanyak. Kawasan ini ditunjang oleh lahan basah yang cukup luas dan selalu tersedia pengairan terhadap areal sawahnya. Ketika di musim hujan kawasan ini sering mengalami banjir, tepatnya lokasi yang berbatasan dengan wilayah Dayeuh kolot dan Baleendah. Berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut, kawasan ini merupakan kawasan yang paling rendah diantara kawasan Cekungan Bandung Purba, sehingga muara dari beberapa anak sungai Citarum mengalir menuju kawasan ini.

B. Kawasan Gede Bage

Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Gede Bage

Kelompok No Nama Ilmiah Nama Indonesia Nama Inggris Famili Individu Ket.
Wading bird 1 Bubulcus ibis Kuntul kerbau Cattle egret Ardeidae C A 5 – 10
2 Ardeola speciosa Blekok sawah Javan pond-heron Ardeidae C B 11 – 20
3 Nycticorax nycticorax Kowak-malam kelabu Black-crowned Night-heron Ardeidae B C > 30
4 Ixobrychus cinnamomeus Bambangan merah Cinnamon bittern Ardeidae A
Shore bird 5 Tringa hypoleucos Trinil pantai Common sandpiper Scolopacidae A
Others 6 Amaurornis phoenicurus Kareo padi White-breasted Waterhen Rallidae A

Jenis burung air di Kawasan Gede Bage hampir sama dengan jenis burung yang ditemukan di Kawasan Bojong Soang, hanya saja di kawasan ini tidak tercatat jenis Waterfowl Titihan telaga (Tachybaptus ruficollis), dimana di kawasan Bojong Soang tercatat menggunakan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PDAM. Selain itu di kawasan Gede Bage kami menemukan habitat bertengger (roosting site) yang bersatu dengan habitat bersarang (nesting site) dari dua jenis burung air, yaitu Blekok sawah (Ardeola speciosa) dan Kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Habitat tersebut berupa rumpun bambu milik salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Rancabayawak. Keberadaan burung tersebut dilindungi oleh pemilik lahan, karena pemilik lahan mengetahui fungsi dan manfaat keberadaan burung air tersebut bagi ekosistem lahan basah, sehingga masyarakat tidak ada yang berani mengganggu tempat tenggeran dan bersarang burung air ini walaupun sering tercium bau anyir dari kotoran burung karena lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.

C. Kawasan Taman Kota

Jenis burung air yang ditemukan di kawasan taman kota Bandung hanya ada satu jenis saja, yaitu Kowak-malam kelabu (Nycticorax nycticorax). Keberadaan burung ini di Taman Ganesha menjadi fenomenal, karena menjadi penyebab dari banyaknya kotoran yang mengotori sepanjang Jalan Ganesha di depan Kampus ITB. Burung yang konon berasal dari Kebun Binatang Bandung ini jumlah populasinya terus meningkat, puncaknya yaitu pada tahun 2007 yang mencapai lebih dari 2000 individu. Berbagai macam perlakuan terhadap keberadaan burung ini pernah dilakukan, dari mulai pemindahan induk burung, gangguan berupa suara kaleng yang digantung di dekat sarang, sampai pada insiden penembakan yang mengatasnamakan pengelola kampus. Setelah melalui berbagai media akhirnya keberadaan burung ini dapat diterima oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kehadiran burung ini.

Burung Kowak yang berada di Ganesha tersebut menghabiskan waktu istirahatnya yaitu siang hari di pohon Angsana yang berjajar sepanjang Jalan Ganesha. Ketika waktu senja tiba mereka terbang menuju area berburu, yaitu di areal yang masih terdapat sawah, kolam, dan lahan basah di sekitar Bandung. Dan ketika fajar menjelang mereka kembali ke tempat istirahatnya yaitu di jalan Ganesha ini. Jarak yang cukup jauh antara tempat berburu dan tempat istirahat bagi Kowak tidak menyebabkan mereka mencari tempat istirahat yang lebih dekat dibanding dengan jalan Ganesha. Hal tersebut dimungkinkan karena terdapatnya pepohonan tinggi  dengan kanopi luas di lokasi tersebut, sehingga menjadikan kawasan Ganesha cukup aman dan nyaman bagi keberlangsungan hidup burung ini.

D. Kawasan Jatinangor

Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Jatinangor

Kelompok No Nama Ilmiah Nama Indonesia Nama Inggris Famili Individu Ket.
Wading bird 1 Bubulcus ibis Kuntul kerbau Cattle egret Ardeidae C A 1 – 4
2 Ardeola speciosa Blekok sawah Javan pond-heron Ardeidae C B 5 – 10
3 Nycticorax nycticorax Kowak-malam kelabu Black-crowned Night-heron Ardeidae B C > 10
4 Ixobrychus cinnamomeus Bambangan merah Cinnamon bittern Ardeidae A
Others 5 Amaurornis phoenicurus Kareo padi White-breasted Waterhen Rallidae A

Burung air yang tercatat di kawasan ini jumlah jenisnya lebih sedikit dibandingkan di tempat lainnya, hal ini dikarenakan tata guna lahan pertanian di kawasan ini didominasi oleh pertanian kering, seperti kebun dan ladang. Lokasi yang menjadi objek penelitian terdapat di kawasan kampus Jatinangor,  areal persawahan Jatinangor sampai ke kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.

E. Kawasan Banjaran

Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Banjaran hampir sama dengan yang ditemukan di kawasan Gedebage. Hal ini dikarenakan jenis lahan basah yang terdapat di dua lokasi tersebut memiliki kemiripan, yaitu areal persawahan dengan sistem pertanian irigasi.

F. Kawasan Ciwidey

Jenis burung air yang ditemukan di sekitar kawasan Ciwidey

Kelompok No Nama Ilmiah Nama Indonesia Nama Inggris Famili Individu Ket.
Wading bird 1 Ixobrychus cinnamomeus Bambangan merah Cinnamon bittern Ardeidae B A 1 – 2
Shore bird 2 Tringa hypoleucos Trinil pantai Common sandpiper Scolopacidae C B 3 – 5
3 Scolopax saturata Berkik-gunung merah Rufous Woodcock Scolopacidae A C > 5
Others 4 Amaurornis phoenicurus Kareo padi White-breasted Waterhen Rallidae A

Lokasi pengamatan dilakukan di kawasan lahan basah di Ciwidey yang merupakan kawasan lahan basah dataran tinggi. Tercatat satu jenis burung air dari kelompok Shore bird yang hanya dapat ditemukan di lahan basah pegunungan saja, yaitu Berkik-gunung Merah (Scolopax saturata). Jenis ini terdapat di kawasan lahan basah Rancaupas Ciwidey yang merupakan rawa yang berasal dari air pegunungan di sekitarnya. Ketika memasuki bulan September, dapat ditemukan beberapa ekor Trinil pantai (Tringa hypoleucos) yang memanfaatkan kawasan rawa Ranca Upas.

LAMPIRAN


Jumlah Jenis Burung di Seluruh Kawasan di Bandung dan Sekitarnya

No Nama Jenis Nama Lokal Distribusi Status Perlindungan
1 Abroscopus superciliaris Cikrak bambu
2 Accipiter gularis Elang-alap Nipon M B, D, II
3 Accipiter soloensis Elang-alap cina M B, D, II
4 Acridotheres javanicus Kerak kerbau E
5 Acridotheres tristis Kerak ungu
6 Acrocephalus orientalis Kerakbasi besar M
7 Aegithina tiphia Cipoh kacat
8 Aethopyga eximia Burung-madu gunung E A, D, E
9 Aethopyga mystacalis Burung-madu jawa E A, E
10 Alcedo coerulescens Raja-udang Biru E A, D
11 Alcedo meninting Raja-udang Meninting A, D
12 Alcippe pyrrhoptera Wergan jawa E D, E
13 Alophoixus bres Empuloh janggut
14 Amandava amandava Pipit benggala
15 Amaurornis phoenicurus Kareo padi
16 Anthreptes malacensis Burung-madu kelapa A, D
17 Apus affinis Kapinis rumah
18 Arachnothera longirostra Pijantung kecil A, E
19 Arborophila javanica Puyuh-gonggong jawa E
20 Ardeola speciosa Blekok sawah D
21 Artamus leucorhynchus Kekep babi
22 Brachypteryx leucophrys Cingcoang coklat
23 Brachypteryx montana Cingcoang biru
24 Bubulcus ibis Kuntul kerbau D
25 Cacomantis merulinus Wiwik kelabu
26 Caprimulgus affinis Cabak kota N
27 Centropus bengalensis Bubut alang-alang
28 Cettia vulcania Ceret gunung
29 Chloropsis cochinchinensis Cica-daun Sayap-biru
30 Cinclidium diana Berkecet biru-tua E
31 Cisticola juncidis Cici padi
32 Clamator coromandus Bubut pacar jambul M
33 Collocalia linchi Walet linci
34 Columba livia Merpati
35 Copsychus saularis Kucica kampung
36 Coracina larvata Kepudang-sungu gunung E
37 Coturnix chinensis Puyuh batu N
38 Crocias albonotatus Cica matahari E D, E, NT
39 Cuculus saturatus Kangkok ranting
40 Cuculus sepulcralis Wiwik uncuing
41 Culicicapa ceylonensis Sikatan kepala-abu
42 Dendrocopus macei Caladi ulam
43 Dendronanthus indicus Kicuit hutan M
44 Dicaeum sanguinolentum Cabai gunung E
45 Dicaeum trochileum Cabe jawa E
46 Dicrurus leucophaeus Srigunting kelabu
47 Dicrurus remifer Srigunting bukit
48 Ducula lacernulata Pergam punggung-hitam E
49 Enicurus leschenaulti Meninting besar
50 Enicurus velatus Meniniting kecil E
51 Erythrura hyperythra Bondol-hijau dada-merah
52 Eumyias indigo Sikatan ninon E
53 Eurystomus orientalis Tiong batu M
54 Falco moluccensis Alap-alap sapi E B, D, II
55 Falco peregrinus Alap-Alap kawah M B, D, II
56 Ficedula dumetoria Sikatan dada-merah NT
57 Ficedula hyperythra Sikatan bodoh
58 Ficedula mugimaki Sikatan mugimaki M
59 Ficedula westermanni Sikatan belang
60 Fregata minor Cikalang kecil M D
61 Gallus varius Ayam-hutan hijau E
62 Geopelia striata Perkutut
63 Gerygone sulphurea Rametuk laut
64 Halcyon cyanoventris Cekakak jawa E A, E
65 Harpactes reinwardtii Luntur harimau E A, EN
66 Hemipus hirundinaceus Jingjing batu
67 Hirundo rustica Layang-layang asia M
68 Hirundo striolata Layang-layang loreng
69 Hirundo tahitica Layang-layang batu
70 Ictinaetus malayensis Elang hitam B, E, II
71 Ixobrychus cinnamomeus Kokokan merah
72 Lanius cristatus Bentet coklat M
73 Lanius schach Bentet kelabu
74 Lanius tigrinus Bentet loreng M
75 Lonchura leucogastroides Bondol jawa E
76 Lonchura maja Bondol haji
77 Lonchura punctulata Bondol peking
78 Lophozosterops javanicus Opior jawa E D
79 Loriculus galgulus Serindit melayu II
80 Loriculus pusilus Serindit jawa E II, NT
81 Macronous flavicollis Ciung-air jawa E
82 Macropygia ruficeps Uncal kouran
83 Malacocincla sepiarium Pelanduk semak
84 Megalaima armillaris Takur tohtor E D, E
85 Megalaima haemacaphala Ungkut-ungkut
86 Megalurus palustris Cica-koreng jawa
87 Mirafra javanica Branjangan jawa
88 Motacilla cinerea Kicuit batu M
89 Muscicapa dauurica latirostris Sikatan bubik M
90 Napothera epilepidota Berencet berkening
91 Nectarinia jugularis Burung-madu sriganti A, E
92 Nycticorax nycticorax Kowak-malam kelabu N
93 Oriolus chinensis Kepudang kuduk-hitam
94 Orthotomus cuculatus Cinenen gunung
95 Orthotomus sepium Cinenen jawa E
96 Orthotomus sutorius Cinenen pisang
97 Otus lempiji Celepuk reban N
98 Padda oryzipora Gelatik jawa E VU, II
99 Parus major Gelatik-batu kelabu
100 Passer montanus Burung gereja erasia
101 Pellorneum pyrrogenys Pelanduk bukit
102 Pericrocotus miniatus Sepah gunung E
103 Pernis ptilorhynchus Sikep-madu Asia M B, D, II
104 Pernis ptylorynchus Sikep madu asia M B, E, II
105 Phaenicophaeus curvirostris Kadalan birah
106 Phylloscopus borealis Cikrak kutub M
107 Phylloscopus coronatus Cikrak  mahkota M
108 Phylloscopus trivirgatus Cikrak daun
109 Piccoides moluccensis Caladi tilik
110 Picus miniaceus Pelatuk merah
111 Pnoepyga pusilla Berencet kerdil
112 Pomatorhinus montanus Cica-kopi Melayu
113 Prinia familiaris Perenjak jawa E
114 Prinia inornata Perenjak padi
115 Prinia polychroa Perenjak coklat
116 Psaltria exilis Cerecet jawa E D
117 Psittaculla alexandri Betet biasa II
118 Pteruthius aenobarbus Ciu kunyit
119 Pteruthius flaviscapis Ciu besar
120 Ptilinopus porphyreus Walik Kepala-ungu E
121 Pycnonotus aurigaster Kutilang
122 Pycnonotus bimaculatus Cucak gunung E
123 Pycnonotus goiavier Merbah Cerukcuk
124 Pycnonotus melanicterus Cucak kuning
125 Reindwardtipicus validus Pelatuk kundang
126 Rhinomyias olivacea Sikatan-rimba dada-coklat
127 Rhipidura phoenicura Kipasan ekor merah E D, E
128 Scolopax saturata Berkik-gunung merah
129 Seicercus grammiceps Cikrak muda E
130 Sitta azurea Munguk loreng
131 Spilornis cheela Elang ular bido B, E, II
132 Spizaetus bartelsi Elang jawa E B, E, EN, II
133 Spizaetus cirrhatus Elang brontok B, E, II
134 Stachyris melanothorax Tepus pipi perak E D, E
135 Stachyris thoracica Tepus leher-putih E D
136 Streptopelia chinensis Tekukur biasa
137 Sturnus melanopterus Jalak putih E C, D, EN
138 Sturnus sturninus Jalak cina M
139 Tachybaptus ruficollis Titihan telaga
140 Tesia superciliaris Tesia jawa E
141 Todirhamphus chloris Cekakak sungai A, D
142 Treron griseicauda Punai penganten E
143 Treron oxyura Punai salung
144 Tringa hypoleucos Trinil pantai M
145 Turnix suscitator Gemak loreng
146 Tyto alba Serak jawa N II
147 Zoothera dauma Anis Sisik
148 Zoothera sibirica Anis Siberia M
149 Zosterops montanus Kacamata gunung
150 Zosterops palpebrosus Kacamata biasa

Keterangan:

Peraturan Pemerintah RI
Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 A
SK. Mentan No.421/kpts/um/8/1970 B
SK. Mentan No.66/kpts/um/2/1973 C
SK. Mentan No.757/kpts/um/12/1979 D
Peraturan Pemerintah No 7 th 1999 E
Apendiks CITES II II
IUCN
Endangered (terancam) EN
Near Threatened (hampir punah) NT
Vulnerable (rentan) VU
Distribusi
Migran M
Endemik Jawa/Indonesia E
Nokturnal N

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: